PANDAN | Pengadilan Agama Pandan dipercaya pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Medan untuk menerbitkan buku hukum ekonomi syariah. Kepercayaan itu berdasarkan surat keputusan Ketua PTA Medan Nomor W2-A/1414/PP.01.3/VI/2013 tanggal 7 Juni 2013 tentang Penunjukan Tim Editor Buku Materi Bimtek Ekonomi Syariah.
Menurut Drs. H. Soufyan M. Saleh, SH dalam surat keputusan yang ditanda tanganinya, Ketua PA Pandan Drs. Ifdal, SH ditunjuk menjadi penanggung jawab penerbitan buku, sementara Hakim PA Pandan Alimuddin, SHI, MH, sebagai editor. Selain dua nama tersebut, sejumlah ketua PA dan hakim di wilayah hukum PTA Medan juga mendapatkan amanah yang sama.
"Saya terima dan bawa sendiri SK itu ketika ada panggilan tugas di PTA Medan kemarin (Selasa 11 Juni 2013), memang ada penunjukkan Pak KPTA Medan tentang tim penerbitan buku, saya dan saudara Alimuddin dipercaya mewakili PA Pandan, selanjutnya ada kawan-kawan ketua dan hakim PA dari beberapa PA lainnya yang saya lupa nama-nama mereka," kata Ifdal ketika berbincang-bincang dengan para hakim, Kamis (13/6) lalu.
Terakhir Diperbaharui (Selasa, 18 Juni 2013 04:20)
|
PANDAN | Ketua Pengadilan Agama Pandan memperkuat sistem keprotokolan di tempat kerja, hubungan antar lembaga, dan pelaksanaan acara resmi. Upaya PA Pandan tersebut akan dirumuskan dalam standar baku dan petunjuk pelaksana. "Saya merasa prihatin sistem keprotokolan di PA belum berjalan serius, padahal PA adalah lembaga resmi di bawah Mahkamah Agung dan salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman di Indonesia. Sekarang, sistem keprotokolan harus berjalan, di PA Pandan semuanya harus sesuai prosedur protokol dan humas," tegas Drs. Ifdal, SH di ruang kerjanya, Kamis (13/6) lalu.
![]()
PANDAN | Pengawasan dan pembinaan di Pengadilan Agama Pandan berakhir, selama satu setengah hari tim PTA Medan bekerja dan menghasilkan beberapa poin pengawasan, termasuk lima pesan Wakil Ketua PTA Medan. Drs. H. Syahron Nasution, SH, MH berpesan, pertama kesalahan sedikit tidak boleh terus menerus dibiarkan dan harus segera dibenahi. Hal itu disampaikannya dalam acara ekspose temuan tim pengawas di ruang rapat PA Pandan, Selasa (22/5) lalu. Temuan dari tim pengawas PTA Medan memang tidak banyak, namun bukan berarti sedikit temuan harus dibiarkan saja, ungkap Wakil Ketua PTA Medan. Kedua, H. Syahron juga berpesan pengawasan terdiri atas eksternal dan internal, untuk pengawasan eksternal sudah ada lembaganya yaitu Komisi Yudisial (KY), LSM, komisi nasional yang bergerak di bidang penegakan hukum dan masyarakat. "Sementara pengawasan internal ada yang namanya pengawasan fungsional, yaitu Bawas di MA, Hawasda di PTA, Hawasbid di PA-PA, dan ada yang namanya waskat atau pengawasan melekat, yaitu melekat pada setiap jabatan masing-masing, baik ketua, wakil, pansek, wasek, dan wapan," urainya. Pesan yang ketiga, kendatipun pengawasan eksternal dan internal itu sudah berjalan dan dipatuhi dengan baik, masih ada pengawasan yang sangat ketat dan tidak bisa lari dari pengawasan ketat itu. Menurut Wakil Ketua PTA Medan, yaitu pengawasan dari Malaikat yang berada di sebelah kanan dan kiri manusia. Terakhir Diperbaharui (Rabu, 22 May 2013 03:59)
![]()
PANDAN | Hakim Pengawas Daerah dari Pengadilan Tinggi Agama Medan tiba di Pengadilan Agama Pandan, Senin siang (20/5). Rombongan dijemput langsung oleh Ketua PA Pandan, Panitera/Sekretaris, dan pejabat humas dan protokol di bandara Dr. FL. Tobing Pinangsori Tapanuli Tengah. Rombongan yang terdiri atas Wakil Ketua PTA Medan Drs. H. Syahron Nasution, SH, MH, Hakim PTA Medan Drs. H. Muchtar Yusuf, SH, MH dan istri, Drs. H. Armia Jalil, SH, MH, Burhanuddin, SH, MH, dan Abd. Hafizun, SH, MA. Sempat beristirahat sejenak di perjalanan, rombongan langsung menuju kantor PA Pandan di bilangan Jalan al-Muslimin dan diterima oleh seluruh hakim dan pegawai. "Selamat datang di PA Pandan, inilah kantor kami, kecil tetapi kami yakin tidak mengurangi kenyamanan bapak-bapak Hakim Pengawas dari PTA Medan," kata Ketua PA Pandan Drs. Ifdal, SH, di sela penerimaan tim pengawas. Apa kesan pertama tim pengawas? "panas, gerah, tapi sehat karena keluar keringat," ungkap Armia Jalil dalam pertemuan terbatas bersama jajaran hakim di ruang kerja Ketua PA Pandan. Kesan pertama itu lama kelamaan hilang seiring dengan hidangan buah-buahan, air putih, dan sedikit canda-tawa dari para pegawai PA Pandan. Ketua PA Pandan melalui Panitera/Sekretaris terus mendorong agar pelayanan ditingkatkan, seluruh pegawai fokus pada pengawasan yang diarahkan oleh tim. Terakhir Diperbaharui (Rabu, 22 May 2013 03:40) |







